http://www.sepertiga.com/
http://www.sepertiga.com/

Biografi Mike Lazaridis - Penemu dan Pencipta Blackberry Smartphone


Mike Lazaridis. Lahir 14 Maret 1961, di Istambul Turki. Sebenarnya, nama lengkapnya adalah Mihalis Lazaridis. Dia bukan asli Kanada. Orangtuanya berdarah Yunani. Pada usia lima tahun, ia ikut keluarganya pindah ke Kanada. Mereka menetap di Windsor, Ontario. Mike sudah menunjukkan bakat, kepintaran dan ketekunannya sejak usia 12 tahun, di tahun 1979, dia memenangkan hadiah dari Perpustakaan Umum Windsor karena ia telah membaca semua buku sains koleksi perpustakaan tersebut. Sejak kecil ia candu membaca.



Mike beruntung karena orangtua dan lingkungan sekolahnya sangat memungkinkan ia mengembangkan bakat dan minatnya pada elektronika. Tahun 1979, ia mulai kuliah di University of Waterloo, Ontario, Kanada. Di sinilah ia mulai merintis RIM (Research In Motion Limited). Tahun 1984, semasa masih mahasiswa, Mike ikut lomba tender di perusahaan raksasa otomotif General Motors. Proyeknya adalah merancang sistem display pengontrol jaringan komputer. Dia menang dan dapat hadiah berupa kontrak kerja senilai 500 ribu dolar AS.



Mike sangat serius dalam mengembangkan perusahaannya itu. Sebelum mengembangkan BlackBerry, pada tahun 1999 RIM bekerja sama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson yang lebih dahulu terkenal, mengembangkan Mobitex. Ini adalah perangkat data bergerak yang dirintis oleh Ericsson.Hasilnya? Diluncurkanlah Inter@ctive Pager 950. Agustus tahun 2000 produk ini mulai dipasarkan. Ukurannya kira-kira sebesar sabun mandi. Di pasar ia bersaing dengan SkyTel, produk sejenis – sama-sama pager dua arah - milik Motorola. Produk ini tak berhasil di pasar.





Mike adalah seorang visioner dan inovator Yang mampu melihat jauh ke masa depan dan bisa menciptakan sesuatu yang diperlukan oleh orang untuk hidup nyaman dalam kondisi di masa depan yang sangat membutuhkan pertukaran informasi dan juga data. Hingga akhirnya Ia berhasil membuat sebuah gadget pintar yang dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi dan data secara realtime baik dengan cara mengirimkan teks, suara, dan bahkan Push mail. Namun, terjadi kendala ketika produk itu akan diluncurkan, yaitu masalah Brandmark atau nama pasaran produk. Saat itu RIM memaki jasa Lexico Branding di California. Sebuah perusahaan konsultan merek terkenal di Amerika namun masih saja belum menemukan nama yang pas, mudah diingat dan memiliki nilai jual tinggi. Setelah lama memikir dan melihat bentuk serta logo pada produk tersebut tercetuslah nama "Blackberry". "BlackBerry mudah melekat di ingatan, lebih baik daripada nama-nama seperti ProMail atau MegaMail," kata Placel (Pimpinan Lexico Branding California)





Nama Blackberry diambil setelah melihat logo gambar yang berbentuk butiran-butiran serta warna produk tersebut yang hitam legam. Dan dengan mengusung nama brand tersebut BlackBerry kini terjual hampir 100juta unit di 91 negara, bekerja sama dengan 500 operator, dan menguasai 20.8 persen pasar telepon pintar. Hanya kalah dengan Nokia Syimbian OS.



Aktivitasnya semakin padat dan bakat usahanya kian terasah setelah mendapat kontrak senilai 500.000 dollar AS dari General Motors (GM). Tugasnya adalah membangun display kontrol jaringan komputer di raksasa otomotif itu..



Namun, ada fakta unik pada kisah ini. Bahwa dibalik kesuksesan RIM sebagai pencetak Blackberry ternyata Mike Lazaridis adalah seorang Mahasiswa Drop uot. Ia yang sejak kecil maniak mengutak-atik barang elektronik namun tak selesai kuliah di jurusan Teknik Elektro. Dia di-drop out, hanya dua bulan menjelang wisuda di University of Waterloo, Kanada. Ia lebih memilih sibuk mengurusi perusahaan yang ia dirikan sambil kuliah.



Tentunya tak berlebihan pula menyandingkan nama Lazaridis dengan pemilik Microsoft, Bill Gates, dan pemilik jaringan sosial Facebook, Mark Zuckerberg. Sebab, tangan dingin mereka mampu melahirkan produk barn dalam waktu relatif singkat dan menjadi ikon gaya hidup manusia.



Referensi :



- http://indoadvert.com/profil-mike-lazaridis-penemupencipta-blackberry.html

- http://emperorkidz.blogspot.com/2011/05/penemu-dan-pencipta-blackberry.html

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Mike Lazaridis - Penemu dan Pencipta Blackberry Smartphone

Biografi Steven Spielberg - Sutradara Dan Produser Terbaik Sepanjang Sejarah Perfilman


Steven Spielberg adalah tokoh cinema tersohor asal Amerika Serikat. Anda tentu ingat Jurasic park, sebuah film yang mampu memvisualisasikan imajinasi penonton tentang dinosaurus, makhluk yang telah punah jutaan tahun lalu. Film ini menjadi salah satu karya terbesar Spielberg yang menjadikanya seorang sutradara dan produser film terpopuler di dunia. Bakat, imajinasi dan keluwesannya membuatnya tetap bertahan bahkan menjadi pembuat film tersukses. Spielberg lahir di Cincinnati, Ohio, oleh sebuah keluarga Yahudi. Ibunya bernama Leah Adler seorang pianis dan pemilik restoran , dan ayahnya bernama Arnold Spielberg seorang insinyur listrik yang bekerja di sebuah perusahaan pengembang komputer.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Haddon Heights, New Jersey dan Scottsdale, Arizona. Pada masa remaja, Spielberg pernah membuat amatir film 8 mm sebuah film petualangan dengan teman-temannya, sedangkan adik perempuannya menjual popcorn. Pada 1958, ia menjadi anggota Pramuka, setelah memenuhi persyaratan dengan membuat film fotografi 8 mm berjudul The Last Gunfight. sertahun kemudian Spielberg mengatakan kepada pewawancara majalah, " My dad's still-camera was broken, so I asked the scoutmaster if I could tell a story with my father's movie camera. He said yes, and I got an idea to do a Western. I made it and got my merit badge. That was how it all started”.

Sejak usia 12 tahun ia telah memulai karir di dunia perfilman dan telah menghasilkan 8 film amatir. Spielberg mempunyai ketajaman visi membangkitkan minat penonton di seluruh dunia dengan mengangkat cerita-cerita film kuno dipadu keterampilan skenario serta efek yang canggih. Indiana Jonse,the Extra-Terresterial (ET) dan Jurassic Park, Gremlims, Back to Future, dan Who Framed Roger Rabbit penggarapannya begitu sempurna hingga menyajikan tontonan yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Pada usia 13 tahun, Spielberg memenangkan hadiah untuk sebuah film perang berjudul Escape yang berdurasi 40 menit, film yang berceritakan tentang pertempuran di Afrika timur.

Pada tahun 1963, di usia 16, Spielberg menulis dan menyutradarai film independen pertamanya, sebuah science fiction Adventure yang ia sebut firelight (yang kemudian akan mengilhami Close Encounters). Film, yang memiliki anggaran sebesar $ 500, di pertunjukkan di studio miliknya dan menghasilkan laba sebesar $ 1. Ia juga membuat beberapa film Perang Dunia II yang terinspirasi oleh cerita-cerita perang ayahnya.

Setelah orangtuanya bercerai, ia pindah ke Saratoga, California dengan ayahnya. Sedangkan ibu dan tiga saudari perempuannya tetap di Arizona. sekolah Arcadia High School di Phoenix, Arizona selama tiga tahun, Spielberg lulus pada tahun 1965. Selama sekolah Spielberg berhasil mencapai pangkat terbaik atau Eagle Scout. Spielberg muda pernah ke synagoga (Haddon Heights, NJ), sebuah daerah yang dilarang untuk orang Yahudi sebelum Perang Dunia II. Ia belajar di sekolah Ibrani 1953-1957, di kelas diajarkan oleh Rabbi Albert L. Lewis, yang kemudian akan dimonumenkan sebagai karakter utama dalam Mitch Albom's, Have a Little Faith.

Semenjak pertengahan 1980-an Spielberg lebih berperan sebagai produser film. Ia mengepalai tim produksi dari beberapa kartun, seperti Warner Brothers hits Tiny Toon Adventures, Animaniacs, Pinky dan Brain, Toonsylvania, dan Freakazoid, ia bekerja sama dengan Jean MacCurdy dan Tom Ruegger Dan Pada tahun 1993, Spielberg bertindak sebagai produser eksekutif untuk serial televisi Seaquest DSV; seri fiksiilmiah diperankan Roy Scheider danJonathan Brandis mirip dengan Star Trek: The Next Generation yang ditayangkanpada hari Minggu pukul 8.00 WIB. di NBC. Yang di musim pertamanya cukup sukses, musim kedua itu kurang baik. dan pada musim ketiga dibatalkan.

Kehidupan Pribadi

Dari 1985-1989 Spielberg menikah dengan aktris Amy Irving. Pada tahun 1989 mereka bercerai, dan mantan istrinya menerima $ 100 juta. Spielberg kemudian menikah dengan aktris Kate Capshaw, yang dijumpainya ketika kate berperan di film Indiana Jones dan Kuil Doom. Mereka menikah pada tanggal 12 Oktober 1991. Capshaw masuk agama Yahudi Mereka saat ini rumah di Pacific Palisades,California, New York City; Quelle Farm, Georgica Pond di East Hampton, NY; [56] danNaples, Florida. Ada tujuh anak dalam keluarga Spielberg-Capshaw: Jessica Capshaw (lahir 9 Agustus 1976) - putri dari pernikahan sebelumnya Kate Capshaw untuk Robert Capshaw. Max Samuel Spielberg (lahir 13 Juni, 1985) - anak dari pernikahan sebelumnyaSpielberg dengan aktris Amy Irving. Theo Spielberg (lahir 1988) anak yang di adopsi oleh Capshaw sebelum menikah dengan Spielberg, yang kemudian juga mengadopsi Sasha Rebecca Spielberg (lahir 14 Mei 1990, Los Angeles) Sawyer Avery Spielberg (lahir 10 Maret 1992, Los Angeles). Mikaela George (lahir 28 Februari 1996) - diadopsi dengan Kate Capshaw
Destry Allyn Spielberg (lahir 1 Desember 1996).

Penghargaan
Academy Awards:
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1983: Best Picture (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Best Picture (The Color Purple, nominated)
1987: Irving G. Thalberg Memorial Award (won)
1994: Best Director (Schindler's List, won)
1994: Best Picture (Schindler's List, won)
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
1999: Best Picture (Saving Private Ryan, nominated)
2006: Best Director (Munich, nominated)
2006: Best Picture (Munich, nominated)
2007: Best Picture (Letters from Iwo Jima, nominated)
BAFTA Awards:
1976: Best Direction (Jaws, nominated)
1979: Best Direction (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1979: Best Screenplay (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1983: Best Direction (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1983: Best Film (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Academy Fellowship (won)
1994: Best Film (Schindler's List, won)
1994: David Lean Award for Direction (Schindler's List, won)
1999: Best Film (Saving Private Ryan, nominated)
1999: David Lean Award for Direction (Saving Private Ryan, nominated)
Cannes Film Festival
1974: Best Screenplay (The Sugarland Express, won)
1974: Golden Palm (The Sugarland Express, nominated)
Critics Choice Awards:
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
2003: Best Director (Catch Me If You Can and Minority Report, won)
2006: Best Director (Munich, nominated)
Directors Guild of America:
1976: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Jaws, nominated)
1978: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (The Color Purple, won); this was the first time a director won this award without receiving an Oscar nomination for Best Director.
1988: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Empire of the Sun, nominated)
1994: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Schindler's List, won)
1998: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Amistad, nominated)
1999: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Saving Private Ryan, won); this win makes Spielberg the only individual to win this award three times.
2000: The D.W. Griffith Award for Lifetime Achievement
2006: Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures (Munich, nominated)
Golden Globes:
1976: Best Director (Jaws, nominated)
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1978: Best Screenplay (Close Encounters of the Third Kind, nominated)
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, nominated)
1983: Best Picture – Drama (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1986: Best Director (The Color Purple, nominated)
1994: Best Picture – Drama (Schindler's List, won)
1994: Best Director (Schindler's List, won)
1998: Best Director (Amistad, nominated)
1999: Best Picture – Drama (Saving Private Ryan, won)
1999: Best Director (Saving Private Ryan, won)
2002: Best Director (AI: Artificial Intelligence, nominated)
2006: Best Director (Munich, nominated)
2008: Cecil B. DeMille Award (won)
Hasty Pudding Theatricals:
1983: Man of the Year (won)
2003: Star on the Walk of Fame (won)

NBR Award:
1987: Best Director (Empire of the Sun, won)
2001: Billy Wilder Award (won)
Primetime Emmys:
1986: Outstanding Directing in a Drama Series (Amazing Stories for episode "The Mission", nominated)
1991: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (Tiny Toon Adventures for episode "The Looney Beginning", nominated)
1995: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (Tiny Toon Adventures: Night Ghoulery, nominated)
1996: Outstanding Animated Program – One Hour or Less (A Pinky & the Brain Christmas Special, won)
2002: Outstanding Non-Fiction Special – Informational (We Stand Alone Together, nominated)
2002: Outstanding Miniseries (Band of Brothers, won)
2003: Outstanding Miniseries (Taken, won)
2006: Outstanding Miniseries (Into the West, nominated)
Producers Guild of America:
1994: Motion Picture Producer of the Year (Schindler's List, won)
1998: Motion Picture Producer of the Year (Amistad, nominated)
1998: Vision Award (Amistad, won)
1999: Motion Picture Producer of the Year (Saving Private Ryan, won)
1999: Milestone Award (won)
2000: PGA Hall of Fame – Motion Pictures (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
2002: Television Producer of the Year – Longform (Band of Brothers, won)
2006: Television Producer of the Year – Longform (Into the West, nominated)

Saturn Awards:
1978: Best Director (Close Encounters of the Third Kind, won); tied with George Lucas for Star Wars
1978: Best Writing (Close Encounters of the Third Kind, won); tied with George Lucas for Star Wars
1982: Best Director (Raiders of the Lost Ark, won)
1983: Best Science Fiction Film (E.T.: The Extra-Terrestrial, won)
1983: Best Director (E.T.: The Extra-Terrestrial, nominated)
1985: Best Director (Indiana Jones and the Temple of Doom, nominated)
1994: Best Science Fiction Film (Jurassic Park, won)
1994: Best Director (Jurassic Park, won)
1994: President's Award (won)
1998: Best Director (The Lost World: Jurassic Park, nominated)
1999: Best Action/Adventure/Thriller Film (Saving Private Ryan, won)
2002: Best Science Fiction Film (AI: Artificial Intelligence, won)
2002: Best Director (AI: Artificial Intelligence, nominated)
2002: Best writing (AI: Artificial Intelligence, won)
2003: Best Science Fiction Film (Minority Report, won)
2003: Best Director (Minority Report, won)
2006: Best Director (War of the Worlds, nominated)
2009: Best Director (Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, nominated)
Venice Film Festival:
1993: Career Golden Lion (won)
2001: Future Film Festival Digital Award (AI: Artificial Intelligence, won)
Writers Guild of America:
1975: Best Comedy Written Directly for the Screen (The Sugarland Express, nominated)
1978: Best Drama Written Directly for the Screen (Close Encounters of the Third Kind, nominated)

Lainnya:
2009 Liberty Medal[135]
2006 Kennedy Center Honors
2001 Knight Commander, Order of the British Empire (Honorary)
2003 Knight Grand Cross Order of Merit of the Italian Republic
1998 Order of Merit of the Federal Republic of Germany

Referensi :

- http://movies-holic.blogspot.com/2011/01/steven-spielberg-bioggrafi.html
- http://www.biografitokohdunia.com/2011/05/biografi-steven-spielberg.html
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Steven Spielberg - Sutradara Dan Produser Terbaik Sepanjang Sejarah Perfilman

Biografi Onno W Purbo


Onno W Purbo. Lahir 17 Agustus 1962. Ayah Onno,Hasan Poerbo, adalah seorang profesor di ITB bidang lingkungan hidup yang banyak memihak pada rakyat kecil. Onno masuk ITB pada jurusan Teknik Elektro angkatan 1981. Setelah lulus dari ITB, meneruskan studinya ke Canada. Mendapatan gelar M.Eng dari McMaster University dalam bidang laser semikonduktor dan fiber optik. Dan PhD dari Waterloo University, Canada, dalam bidang Silicon Device dan Integrated Circuit. Mantan PNS dan Dosen jurusan teknik elektro ITB.


Saat ini sebagai penulis bebas dimana ratusan tulisan-tulisannya telah menghiasi berbagai media massa, majalah, seminar, workshop dan konferensi nasional maupun internasional. Juga aktif memberikan tutorial ke berbagai universitas dan pendidikan tinggi dalam tema Linux, Wireless LAN, dan VOIP.

Enam tahun kemudian Onno lulus dengan predikat wisudawan terbaik. Setelah itu Onno melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAU-ME. RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang Onno lontarkan yang mengukir Sejarah Internet Indonesia.

Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi di berbagai media, seminar, konferensi nasional maupun internasional terutama untuk memberdayakan masyarakat Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan. Lebih dari 161 kota besar di 33 negara di kunjungi dalam perjalanan hidup-nya. Onno percaya filosofy copyleft, banyak tulisannya dipublikasi secara gratis di internet.

Pendidikan Onno W Purbo

# 1987 S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Elektro. Judul tugas akhir "Perancangan dan implementasi rangkaian RS232C 8 kanal dan program untuk praktikum" di bawah bimbingan Prof. DR. Samaun Samadikun dan DR. Adang Suwandi
# 1989 S2 (M.Eng) McMaster University, Kanada – Semikonduktor Laser. Judul thesis "Numerical models for degenerate and heterostructure semiconductor diodes" di bawah bimbingan Prof. DR. D.T.Cassidy dan Prof. DR. S.H. Chisholm.
# 1993 S3 (Ph.D) Universitas Waterloo, Kanada – Teknologi Rangkaian Terintegrasi untuk Satelit. Judul thesis "Studies on Polysilicon Emitter Transistors made on Zone-Melting-Recrystallized Silicon-on-Insulator" di bawah bimbingan Prof. DR. C.R. Selvakumar

Penghargaan Onno W Purbo

Menerima beberapa penghargaan / pengakuan tingkat nasional dan internasional, seperti

* 1987, Lulusan Terbaik, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung.
* 1992, Masuk dalam buku "American Men and Women of Science", R.R.Bowker, New York (Amerika Serikat).
* 1994, Profil Peneliti, KOMPAS 26 Desember 1994.
* 1996, Menerima "Adhicipta Rekayasa", dari Persatuan Insinyur Indonesia.
* 1997, Menerima “ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award”, dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO)
* 2000, Masuk dalam buku "Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global", Editor Ninok Leksono, KOMPAS.
* 2000, Award for Indonesian Internet Figure, KADIN Telematika Award.
* 2002, Eisenhower Fellow, dari Eisenhower Fellowship (Amerika Serikat).
* 2003, Sabbatical Award, dari International Development Research Center (IDRC) (Kanada).
* 2005, Ashoka Senior Fellow, dari Ashoka (Amerika Serikat).
* 2008, Menerima "Gadget Award Exclusive Appreciation", dari Majalah Gadget.
* 2008, Menerima "IGOS Summit 2 Award", dari MENKOMINFO "Atas Semangat dan Perjuangan menyebarluaskan pemanfaatan Open Source di Indonesia".
* 2008, Masuk dalam buku "Indonesia 100 Innovators", Business Innovation Center.
* 2008, Menerima Gelar " Pahlawan Generasi Masa Kini" dari Modernisator.
* 2009, Indigo Fellow: Digital Community Fellow, dari PT. Telekomunikasi Indonesia.
* 2009, Anugrah "TIRTO ADHI SOERJO" kategori Pelopor / Pemulai, dari [I:BOEKOE] http://indonesiabuku.com/
* 2009, Anugrah "Competency Award 2009" dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
* 2010, Anugrah "Tasrif Award" dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Buku Onno W Purbo

Menulis lebih dari 40 judul buku dengan topik sekitar teknologi Internet, Open Source, Linux, Keamanan Jaringan, Wireless Internet, Internet Telepon (VoIP). Beberapa diantaranya dalam bahasa Inggris dan dapat di download di Internet. Beberapa diantara buku tersebut adalah,

* 1998, Onno W. Purbo, Gadang Ramantoko, Khrisnahadi Pribadi, Bobby Nazief, "Kerangka Konseptual Nusantara 21", Yayasan Litbang Telekomunikasi Informatika.
* 1998, Onno W. Purbo, Ismail Fahmi, Akhmad Husni Thamrin, Adnan Basalamah, “TCP/IP: Konsep Disain dan Implementasi”, Elexmedia Komputindo.
* 2000, Onno W. Purbo, "Teknologi Warung Internet", Elexmedia Komputindo.
* 2000, Onno W. Purbo dan Akhmad Daniel Sembiring, "Linux RedHat", Elexmedia Komputindo.
* 2001, Thabratas Tharom dan Onno W. Purbo, "VOIP: Voice over Internet Protocol", Elexmedia Komputindo.
* 2001, Onno W. Purbo dan Akhmad Daniel Sembiring, "APACHE Web Server", Elexmedia Komputindo.
* 2002, Onno W. Purbo, "Konferensi Video Melalui Internet", Penerbit Andi.
* 2003, Onno W. Purbo, "Filosofi Naif Kehidupan Dunia Cyber", Penerbit Republika.
* 2003, Onno W. Purbo, "Infrastruktur Wireless Internet Kecepatan 11-22Mbps", Penerbit Andi.
* 2004, Samuel Prakoso, Tomy dan Onno W. Purbo, "Panduan Praktis Menggunakan E-mail Server Qmail", Elexmedia Komputindo.
* 2004, Onno W. Purbo, "Practical Guide to Internet Telephony", International Development Research Center
* 2004, Onno W. Purbo, "Practical Guide To Build A WiFi Infrastructure", International Development Research Center
* 2005, Onno W. Purbo, "Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot", Elexmedia Komputindo.
* 2006, Onno W. Purbo, "PC Cloning Windows pakai Linux LTSP", Penerbit Andi.
* 2006, Onno W. Purbo, "Buku Pegangan Pengguna ADSL dan Speedy", Elexmedia Komputindo.
* 2007, Onno W. Purbo, "Buku Pegangan VoIP Rakyat Cikal Bakal Telkom Rakyat", InfoKomputer.
* 2007, Onno W. Purbo, "Panduan Praktis RT/RW-net", Infokomputer.
* 2007, Onno W. Purbo, "Akses Internet Menggunakan 3G", CHIP.
* 2007, "ICT Infrastructure in Emerging Asia: Policy and Regulatory Roadblocks", (co author) LIRNEAsia
* 2008, Onno W. Purbo, "Intel Platform Administration Technology", Penerbit Andi.
* 2008, Onno W. Purbo, "Panduan Mudah merakit + menginstal server linux", Penerbit Andi.
* 2008, Onno W. Purbo, "Membangun Pemancar FM broadcast komunitas", Penerbit Andi.
* 2009, Onno W. Purbo, "Ayo memblok situs negatif", Penerbit Andi.
* 2009, Onno W. Purbo, Protus Tanuhandaru, M. Reza Djajadikara, Nurlina Noertam, " Wireless Networking for Developing World" versi 2, terjemahan.

Publikasi Internasional Onno W Purbo

Beberapa cuplikan publikasi internasional yang pernah dilakukan adalah,

* Onno W. Purbo, D.T. Cassidy and S.H. Chisholm, "Numerical model for degenerate and heterostructure semiconductor devices," J. Appl. Phys., vol. 66, no. 10, pp. 5078-5082, 15 November 1989.
* Onno W. Purbo and C.R. Selvakumar, "Simultaneous extraction of hole barrier height and interfacial oxide thickness in polysilicon emitter bipolar transistors," Solid State Electronics, Vol. 34, No. 8, pp. 821-826, 1991.
* Onno W. Purbo and C.R. Selvakumar, "High gain SOI polysilicon emitter transistors," IEEE Electron Device Letter, Vol. 12, No. 11, pp. 635-637,1991.
* Onno W. Purbo and Adang Suwandi, "Automation of Bipolar Transistor Characterization," IEEE conference, Kuala Lumpur, 1992.
* Onno W. Purbo, "Development of Low Cost Wide Area Network in Indonesia," Journal of Scientific Indonesia, Vol. 1, No 1, October 1991.
* Onno W. Purbo, "SOI Transistor for high speed devices and satellite applications," Journal of Scientific Indonesia, Vol. 1, No 1, October 1991.
* C.R.Selvakumar and O.W.Purbo, "Polysilicon emitter bipolar transistor realized on Zone-Melting-Recrystallized Silicon-on-Insulator material," SPIE conference on "Emerging Optoelectronic Technologies" Bangalore, India, 16-21 December 1991.
* Onno W. Purbo, C.R. Selvakumar and D. Misra (NJIT, USA), "Reactive Ion Etching of SOI (ZMR and SIMOX) Silicon in CF4+O2 and SF6+O2 Plasmas," the Fifth International Symposium on Silicon-on-Insulator Technology and Devices of the Electrochemical Society, St. Louis, Missoury, 17-22 May 1992.
* Onno W. Purbo, C.R. Selvakumar and D. Misra (NJIT, USA), "Reactive Ion Etching of SOI (SIMOX and ZMR) Silicon in Nitrogen Containing CF4 + O2 and SF6 + O2 Plasmas," Journal of Electrochemical Society, vol. 140, no. 9, pp. 2659-2668, 1993.
* Onno W. Purbo, "An alternative approach to built low cost TCP/IP-based Wide Area Network in Indonesia," the South East Asia Regional Computer Confederation (SEARCC) '92 regional conference, Kuala Lumpur, 14 August 1992.
* Onno W. Purbo, "The building of information infra-structure to sustain the current growth in Indonesia," The Canadian Association for Studies on International Development (CASID) conference, Carleton University, Ottawa, 7-9 June 1993.
* O.W.Purbo and C.R.Selvakumar, "Gamma radiation effects on ZMR-SOI Polysilicon Emitter Transistors," 1993 International Conference on Microelectronics, Dhahran, 14-16 December 1993.
* Onno W. Purbo, "Low cost strategies for a sustainable microelectronics information system," MICRO'93, Surfers Paradise, Queensland, Australia 5-8 October 1993.
* Onno W. Purbo, "A Unified Model of Early Voltage for Bipolar Transistors at low temperatures," the 3rd ASEAN regional seminar (TARSMIT 94) on Microelectronics and Information Technology, 9-11 August 1994, Bangkok, Thailand.
* Onno W. Purbo, "Early voltage of ZMR-SOI polysilicon emitter transistors at low temperatures," the 3rd ASEAN regional seminar (TARSMIT 94) on Microelectronics and Information Technology, 9-11 August 1994, Bangkok, Thailand.
* Onno W. Purbo, F. Ihsan Hariadi & Mervin Hutabarat, "The microelectronics infrastructure in Indonesia," International Conference on Microelectronics 1994, Istambul, Turkey.
* Onno W. Purbo, "The Indonesia Computer Network Infrastructure A Status Report," Expert Group Meeting in the Development of RIHED Information Network on Higher Education, Bangkok, Thailand, March 14‑16, 1995.
* Budi Jatmiko, Abdulbasir, Eddy Yahya, Onno W. Purbo, and Ihsan Hariadi, "Optimizing temperature and time of phosphorous diffusion in p/B type polycrystalline silicon substrate," International Conference on Microelectronics ICM'95, Kuala Lumpur, Malaysia.
* Onno W. Purbo, Ichwan F. Agus, Arman Hazairin, A. Daniel Sembiring, Rudi Nursasono, Aulia K. Arief, Basuki Suhardiman, Zilmy Zamfarra, M. Halomoan Rambe, Februaris Purnomo, Bondan, Unedo Matondang, Denisz, Ismail Fahmi, Adnan, "Development of Computer Communication Network & its present status in Indonesia," The 4th ASEAN Science and Technology Week, 21 August - 1 September, Bangkok, Thailand.
* Soegiardjo Soegijoko, Onno W. Purbo, Widiadnyana Merati, Priyono Sutikno, Intan Achmad, "Indonesia Computer Network Status", Asia Pacific Networking Group (APNG) Meeting, 22-24 January 1996, Singapore.
* D.Misra, O.W.Purbo, C.R.Selvakumar, "Reduction of damage in Reactive Ion Etched Surfaces through Process Modification," SPIE: Microelectronics Processing '93, Monterey, California, 27-29 September 1993.
* Onno W. Purbo, “Indonesian Information Infrastructure & The Strategy to Implement Electronics Data Interchange (EDI),” International Seminar on Electronic Data Interchange: Implementation in Transport Sector, Yogyakarta 11-12 June 1997.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Onno W Purbo

Biografi March Boedihardjo - Mahasiswa Jenius Termuda di Hongkong berumur 9 Tahun dari Indonesia


March Boedihardjo, satu dari banyak anak berprestasi Indonesia keturunan Tionghoa lahir pada tahun 1998 di Hongkong. March Boediharjo dan keluarganya adalah orang Indonesia yang bermukim di Hongkong. Dan ketika tahun 2005, March dan keluarganya hijrah ke United Kingdom, ketika kakak laki-lakinya, Horatio Boediharjo yang saat itu berusia 14 tahun mendapat beasiswa di Oxford University, dalam program Phd, dan membuat ia menjadi salah satu siswa termuda di universitas itu.


Kedua anak keturunan Boediharjo ini memang menunujukantalenta lebih dalam bidang ilmu matematika, ayahnya memang sudah sejak kecil mengenalkan matematika kepada kedua anaknya ini, bahkan ketika makan pun yang mereka bicarakan adalah soal matematika. March menyelesaikan sekolah menengahnya di Inggris ketika ia dan keluarganya menemani kakaknya menempuh pendidikan di Ingris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut. Ia juga mendapatkan 8 GCSEs dalam waktu yang sama dengan ketika ia mengikuti ujian A-level di Inggris. Setelah itu, ia pun mendaftarkan diri ke Baptist Hong Kong (HKBU), sebenarnya March sudah melamar ke beberapa universitas lain di Hong Kong. Di antaranya yaitu Universitas of Hong Kong, Hong Kong University of Science and Technology, dan Chinese University of Hong Kong. Namun, sayangnya universitas-universitas itu belum memberikan jawaban, aku ayah March. Sebenarnya, March ingin menyusul kakaknya yang berusia 14 tahun yang melanjutkan pendidikan di Oxford University di Inggris, namun sayangnya keluarga mereka tidak punya cukup uang, waluapun ayahnya adalah seorang pengusaha karena biaya hidup di Inggris itu sangat mahal dan akhirnya March dan orang tuanya pun harus kembali ke Hongkong lagi meninggalkan kakaknya yang sedang menempuh pendidikan di Oxford.

Ia mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). Di tahun-tahun pertamnya dia mengkritik bahwa pelajaran yang diajarkan terlalu mudah. Ia mendapatkan B+dan A- di hampir semua ujian matematika yang membuat ia masuk ke dalam daftar Dean, yaitu penghargaan bagi siswa yang memiliki IPK 3.00-3.49 dengan tidak ada nilai dibawah C. March juga akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun yaitu pada tahun 2010. Dia juga mengkritik bahwa ia tidak punya kesan baik terhadap rekan kuliahnya.

"Mereka tidak memberi tanggapan (di ruang kuliah). Mereka cuma mendengarkan dan satu sama lain tidak berinteraksi," katanya.

Anak itu mengatakan rekannya di sekolah sebelumnya "ingin bermain", tidak seperti mahasiswa perguruan tinggi.

Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya.”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.

Seorang wartawan BBC di Hongkong, Vaudine England pernah mewawancarinya suatu saat dan ia berkata bahwa March Tian Boedihardjo tidak beda dengan bocah-bocah lain yang berusia 9 tahun, ia masih memiliki sisi kejenakaan khas anak-anak dan March juga mengaku bahwa selain ia hobi melahap dan mempelajari semua buku matematika miliknya, ia juga sangat senang bermain catur, monopoli, dan lego.

Pelajaran yang dapat kita ambil

Saya selalu berpikir bahwa matematika itu sulit mungkin begitupun dengan anda, saya sering sekali mendapatkan nilai dibawah 7 di ulangan matematika saya, tapi setelah saya membaca kisah seorang Tian Boediahrjo, istilah tidak ada yang tidak mungkin andaikan kita mau berusaha dan terus focus itu memang benar. Mungkin saat ini saya kurang berusaha dan focus sehingga banyak kegagalan menghampiri saya. Tapi saya akan berusaha untuk bisa berhasil dan membangun diri dari segala kegagalan yang pernah saya alami. Sebab “aku bisa” dan “kita bisa”. Ayo kita berprestasi untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Ketika kita berpikir bahwa matematika itu sulit dan banyak orang menyerah jika sudah tidak bisa menemukan cara untuk menyelesaikan suatu soal, anak Indonesia jenius ini justru tidak berpikir seperti itu, ia selalu berpikir matematika adalah sebuah tantangan yang mengasyikan untuk diselesaikan buatnya.”



Written by : Gita Asapuri

Referensi :

- http://en.wikipedia.org/wiki/March_Tian_Boedihardjo
- http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/08/070826_mathprodigy.shtml
- http://www.antara.co.id/view/?i=1188988070&c=SBH&s
- http://www.menkokesra.go.id/content/view/4979/

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi March Boedihardjo - Mahasiswa Jenius Termuda di Hongkong berumur 9 Tahun dari Indonesia

Biografi Nelson Tansu - Profesor Termuda Asal Indonesia di Amerika Serikat


Prof. Nelson Tansu, Ph.D dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, tanggal 20 Oktober 1977. Dia adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan. Ia adalah lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995 dan juga menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).


Setelah menamatkan SMA, ia memperoleh beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Tawaran ini diperolehnya karena ia menjadi salah satu finalis TOFI. Ia berhasil meraih gelar bachelor of science kurang dari tiga tahun dengan predikat summa cum laude. Setelah menyelesaikan program S-1 pada tahun 1998, ia mendapat banyak tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Walaupun demikian, ia memilih tetap kuliah di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada bulan Mei 2003.

Selama menyelesaikan program doktor, Prof. Nelson memperoleh berbagai prestasi gemilang di antaranya adalah WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires juga meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.

Setelah memperoleh gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai universitas ternama di Amerika Serikat. Akhirnya pada awal tahun 2003, ketika masih berusia 25 tahun, ia menjadi asisten profesor di bidang electrical and computer engineering, Lehigh University. Lehigh University merupakan sebuah universitas papan atas di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Amerika Serikat.

Saat ini Prof. Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, baik di berbagai kota di AS dan luar AS seperti Kanada, Eropa dan Asia. Prof Nelson telah memperoleh 11 penghargaan dan tiga hak paten atas penemuan risetnya. Ada tiga penemuan ilmiahnya yang telah dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Ketika masih di Sekolah Dasar, Prof. Nelson gemar membaca biografi para fisikawan ternama. Ia sangat mengagumi prestasi para fisikawan tersebut karena banyak fisikawan yang telah meraih gelar doktor, menjadi profesor dan bahkan ada beberapa fisikawan yang berhasil menemukan teori (eyang Einstein) ketika masih berusia muda. Karena membaca riwayat hidup para fisikawan tersebut, sejak masih Sekolah Dasar, Prof. Nelson sudah mempunyai cita-cita ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat.

Walaupun saat ini tinggal di Amerika Serikat dan masih menggunakan passport Indonesia, Prof. Nelson berjanji kembali ke Indonesia jika Pemerintah Indonesia sangat membutuhkannya.

Dia sering diundang menjadi pembicara utama dan penceramah di berbagai seminar. Paling sering terutama menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan intelektual, konferensi, dan seminar di Washington DC. Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS. Bahkan, dia sering pergi ke mancanegara seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia.

Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan
di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Di tengah kesibukannya melakukan riset-riset lainnya, dua buku Nelson sedang dalam proses penerbitan. Bukan main!!

Kedua buku tersebut merupakan buku teks (buku wajib pegangan, Red) bagi mahasiswa S-1 di Negeri Paman Sam.

Karena itu, Indonesia layak bangga atas prestasi anak bangsa di negeri rantau tersebut. Lajang kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, itu sampai sekarang masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Kendati belum satu dekade di AS, prestasinya sudah segudang. Ke mana pun dirinya pergi, setiap ditanya orang, Nelson selalu mengenalkan diri sebagai orang Indonesia. Sikap Nelson itu sangat membanggakan di tengah banyak tokoh kita yang malu mengakui Indonesia sebagai tanah kelahirannya.

"Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan, saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," katanya, serius.

Di Negeri Paman Sam, kecintaan Nelson terhadap negerinya yang dicap sebagai terkorup di Asia tersebut dikonkretkan dengan memperlihatkan ketekunan serta prestasi kerjanya sebagai anak bangsa. Saat berbicara soal Indonesia, mimic pemuda itu terlihat sungguh-sungguh dan jauh dari basa-basi.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang
mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras," kata Nelson menjawab koran ini.

Anak muda itu memang enak diajak mengobrol. Idealismenya berkobar-kobar dan penuh semangat. Layaknya profesor Amerika, sosok Nelson sangat bersahaja dan bahkan suka merendah. Busana kesehariannya juga tak aneh-aneh, yakni mengenakan kemeja berkerah dan pantalon.

Sekilas, dia terkesan pendiam. Pengetahuan dan bobotnya sering tersembunyi di balik penampilannya yang seperti tak suka bicara. Tapi, ketika dia mengajar atau berbicara di konferensi para intelektual, jati diri akademisi Nelson tampak. Lingkungan akademisi, riset, dan kampus memang menjadi dunianya. Dia selalu peduli pada kepentingan serta dahaga pengetahuan para mahasiswanya di kampus.

Ada yang menarik di sini. Karena tampangnya yang sangat belia, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.

"Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah," ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya. September hingga Desember atau semester Fall 2004, jadwal mengajar Nelson sudah menanti lagi. Selama semester itu, dia akan mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology.

Nano Technology

"Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini," jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.

Nelson termasuk individu yang sukses menggapai mimpi Amerika (American dream). Banyak imigran dan perantau yang mengadu nasib di negeri itu dengan segala persaingannya yang superketat. Di Negeri Paman Sam tersebut,ada cerita sukses seperti aktor yang kini menjadi Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang sebenarnya adalah imigran asal Austria. Kemudian, dalam Kabinet George Walker Bush sekarang juga ada imigrannya, yakni Menteri Tenaga Kerja Elaine L. Chao. Imigran asal Taipei tersebut merupakan wanita pertama Asian-American yang menjadi menteri selama sejarah AS.

Negara Superpower tersebut juga sangat baik menempa bakat serta intelektual Nelson. Lulusan SMA Sutomo 1 Medan itu tiba di AS pada Juli 1995. Di sana, dia menamatkan seluruh pendidikannya mulai S-1 hingga S-3 di University of Wisconsin di Madison. Nelson menyelesaikan pendidikan S-1 di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics. Sedangkan untuk PhD, dia mengambil bidang electrical engineering.

Dari seluruh perjalanan hidup dan karirnya, Nelson mengaku bahwa semua suksesnya itu tak lepas dari dukungan keluarganya. Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpengaruh, dia cepat menyebut kedua orang tuanya dan kakeknya. "Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali," ujarnya.

Ada kisah menarik di situ. Ketika masih sekolah dasar, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya. Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut.

"Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu," ungkapnya.

Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. "Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu," jelasnya.

Sisihkan 300 Doktor AS, tapi Tetap Rendah Hati Nelson Tansu menjadi fisikawan ternama di Amerika. Tapi, hanya sedikit yang tahu bahwa profesor belia itu berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson ada hubungan famili dengan mantan
PM Turki Tansu Ciller. Benarkah?

NAMA Nelson Tansu memang cukup unik. Sekilas, sama sekali nama itu tidak mengindikasikan identitas etnis, ras, atau asal negeri tertentu. Karena itu, di Negeri Paman Sam, banyak yang keliru membaca, mengetahui, atau berkenalan dengan profesor belia tersebut.

Malah ada yang menduga bahwa dia adalah orang Turki. Dugaan itu muncul jika dikaitkan dengan hubungan famili Tansu Ciller, mantan perdana menteri (PM) Turki. Beberapa netters malah tidak segan-segan mencantumkan nama dan kiprah Nelson ke dalam website Turki. Seolah-olah mereka yakin betul bahwa fisikawan belia yang mulai berkibar di lingkaran akademisi AS itu memang berasal dari negerinya Kemal Ataturk.

Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia "kembali" mengajar di Jepang.
Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu.

Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak professor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan jarang-jarang memang asal Indonesia. Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya.

"Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,"jelas Nelson.

Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika
lahir, Nelson sudah diberi nama belakang "Tansu", sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu.

"Saya suka dengan nama Tansu, kok,"kata Nelson dengan nada bangga.

Nelson adalah pemuda mandiri. Semangatnya tinggi, tekun, visioner, dan selalu mematok standar tertinggi dalam kiprah riset dan dunia akademisinya. Orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya? Berkat keringat dan prestasi Nelson sendiri. Kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas.

"Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas," katanya.

Orang seperti Nelson dengan prestasi akademik tertinggi memang tak sulit memenangi berbagai beasiswa. Jika dihitung-hitung, lusinan penghargaan dan anugerah beasiswa yang pernah dia raih selama ini di AS.

Menjadi profesor di Negeri Paman Sam memang sudah menjadi cita-cita dia sejak lama. Walau demikian, posisi assistant professor (profesor muda, Red) tak pernah terbayangkannya bisa diraih pada usia 25 tahun. Coba bandingkan dengan lingkungan keluarga atau masyarakat di Indonesia, umumnya apa yang didapat pemuda 25 tahun?

Bahkan, di AS yang negeri supermaju pun reputasi Nelson bukan fenomena umum. Bayangkan, pada usia semuda itu, dia menyandang status guru besar. Sehari-hari dia mengajar program master, doktor, dan bahkan post doctoral. Yang prestisius bagi seorang ilmuwan, ada tiga riset Nelson yang dipatenkan di AS. Kemudian, dua buku teksnya untuk mahasiswa S-1 dalam proses penerbitan.

Tapi, bukan Nelson Tansu namanya jika tidak santun dan merendah. Cita-citanya mulia sekali. Dia akan tetap melakukan riset-riset yang hasilnya bermanfaat buat kemanusian dan dunia. Sebagai profesor di AS, dia seperti meniti jalan suci mewujudkan idealisme tersebut.

Ketika mendengar pengakuan cita-cita sejatinya, siapa pun pasti akan terperanjat. Cukup fenomenal. "Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil," ujarnya dengan mimic serius.

Tapi, orang bakal mahfum jika melihat sejarah hidupnya. Ketika usia SD, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata Sudah diakrabi Nelson cilik.

"Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu," jelas Nelson penuh kagum.

Nelson jadi profesor muda di Lehigh University sejak awal 2003. Untuk bidang teknik dan fisika, universitas itu termasuk unggulan dan papan atas di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Untuk menjadi profesor di Lehigh, Nelson terlebih dahulu menyisihkan 300 doktor yang resume (CV)-nya juga hebat-hebat.

Referensi :

- http://www.gurumuda.com/prof-nelson-tansu-phd
- http://mutiarahati.blogsome.com/2007/07/25/nelson-tansu-profesor-termuda-asal-indonesia-di-lehigh-university/
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Nelson Tansu - Profesor Termuda Asal Indonesia di Amerika Serikat

Biografi Lady Gaga


Joanne Stefani Angelina Germanotta alias Lady Gaga lahir pada tanggal 20 Maret 1986. Dia adalah penyanyi Amerika Serikat, penulis lagu dan musisi. Gaga lahir di Yokers, New York, namun dibesarkan di Mahattan. Dia mendapat nama panggung nya ketika produser musik Rob Fusari dibandingkan gaya vokal-nya untuk Freddie Mercury dan mengambil nama dari Queen gaga lagu "Radio Ga Ga". Lady gaga belajar bermain piano oleh telinga pada usia empat tahun, dan mulai tampil di malam mic terbuka pada usia 14.

Ketika ia berumur 17 Lady gaga adalah salah satu dari 20 orang di dunia yang memperoleh pengakuan awal ke New York University's Tish Sekolah Seni. Ini adalah di mana dia mengembangkan kemampuan menulis-nya dengan menulis esai tentang seni, agama dan tatanan sosial politik. Namun dia menarik diri dari universitas dan tidak pernah lulus. Dia kemudian pindah keluar rumah, dan mulai nongkrong di Lower East Side obat-obatan, dan muncul dalam menyelam olok-olok menunjukkan pada bar dengan ratu drag dan penari. Lady gaga mengakui bahwa ayahnya bahkan tidak bisa memandangnya dan dia berkata 'dia hanya tidak mengerti'.

Pada umur 20 ia mulai bekerja dengan Interscope catatan sebagai penulis lagu. Dia telah menulis lagu untuk sensasi pop Pussycat Dolls. Akon gaga vokal mengenali bakat, dan ditandatangani-nya ke label Kon Live Distribution. Dia mulai bekerja di album debutnya setelah itu. Dia dirilis The Fame pada 2008 yang diduga adalah tentang bagaimana 'semua orang bisa merasa terkenal'. Single pertama-nya Just Dance (dinominasikan untuk Grammy) adalah sukses besar.

Lady gaga dipengaruhi oleh David Bowie dan Queen, bersama dengan Madonna dan Michael Jackson. Lady gaga tampaknya menyingkirkan rambut brunette yang alami dan mati itu pirang karena dia terus menjadi keliru untuk penyanyi Amy Winehouse

Lady Gaga terutama dikenal karena pakaiannya yang provokatif dan ekstravagan serta pengaruhnya yang besar terhadap selebiritis lainnya. Gaya musiknya diilhami oleh para rocker glam seperti David Bowie dan Queen serta penyanyi seperti Michael Jackson dan Madonna. Ia telah memproduksi dua buah album (satu album dan satu album repackage) berjudul The Fame (2008) dan The Fame Monster (2009). Album pertamanya dirilis pada tanggal 19 Agustus 2008 di Amerika Serikat. Album ini menjadi Album nomor 1 beberapa negara seperti Kanada, Austria, Jerman, dan Republik Irlandia. Setelah itu, ia menjadi nominasi untuk 6 kategori di Grammy Award dan memenangkan kategori Best Electronic/Dance Album dan Best Dance Recording.

Singel
1. "Just Dance" adalah singel pertama dari Lady Gaga pada album The Fame. Merupakan sebuah debut singel yang sukses secara komersial dan tangga lagu, terbukti, lagu ini mampu menduduki posisi pertama dalam Billboard Hot 100 untuk tiga minggu, namun sebelumnya lagu ini adalah sebuah "Sleeper Hit", yang berhasil menduduki posisi atas Hot 100 setelah 23 minggu.
2. "Poker Face" adalah singel kedua dari Lady Gaga pada album The Fame. Seperti "Just Dance", lagu ini juga merupakan singel yang sangat sukses, dan merupakan singel tersukses dari Gaga saat ini. Lagu ini berhasil menjadi "World Single of Year" tahun 2009, alias lagu paling laris sepanjang tahun 2009.
3. "Eh, Eh (Nothing Else I Can Say)" adalah singel ketiga dari Lady Gaga dari album The Fame.
4. "LoveGame" adalah singel keempat dari Lady Gaga, dan ketiga di Amerika Serikat dari album The Fame.
5. "Paparazzi" adalah singel kelima dan terakhir dari Lady gaga, dan keempat di Amerika Serikat dari album The Fame.
6. "Bad Romance" adalah singel pertama dari Lady Gaga dari album sophomore nya The Fame Monster.
7. "Telephone" adalah singel kedua dari Lady Gaga dari albumnya The Fame Monster.
8. "Alejandro" dikonfirmasi akan menjadi singel ketiga dari Lady Gaga dari albumnya The Fame Monster.

Referensi :

- http://gregvidy.blogspot.com/2010/11/biografi-lady-gaga.html
- http://wayzet.blogspot.com/2009/12/biografi-lady-gaga.html
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Lady Gaga

Biografi Erno Rubik - Pencipta Permainan Rubik


Professor Erno Rubik (percipta permainan kubus Rubik) lahir padea tanggal 13 July 1944 di kota Budapest, Hungaria adalah seorang penemu sekaligus pencipta permainan kubus rubik atau biasa di sebut magic cube yang terkenal di seluruh dunia. Erno Rubik mengajar di desain interior dan arsitektur (Department of Interior Design at the Academy of Applied Arts and Crafts) di Budapest ketika ia menciptakan apa yang sekarang dikenal sebagai Rubik's Cube, teka-teki tiga-dimensi yang menjadi sensasi di seluruh dunia pada awal tahun 1980.


Rubik belajar arsitektur dan desain di Akademi Seni Terapan dan Kerajinan di akhir tahun 1960-an. Ia mengambil pekerjaan sebagai instruktur di sana, dan di luar jam kerjanya ia berkerja membangun model desain kubus tiga-dimensi. Pada saat mengajar, Erno Rubik lebih menyukai menggunakan model nyata yang terbuat dari kertas, kertas karton, kayu atau plastik untuk mengkomunikasikan / menjelaskan idenya kepada mahasiswa, agar penjelasannya dapat lebih dimengerti dengan baik dan dapat mudah diingat oleh mahasiswanya.



Prototipe kerja pertama kubus nya selesai tahun 1974, dan ia mengajukan permohonan paten pada desainnya pada awal 1975. teka-teki adalah kubus terdiri dari lebih kecil, saling kubus berwarna (3 x 3 x 3) yang dapat dimanipulasi oleh pemutar bidang horizontal dan vertikal. Pada itu "murni" bentuk, enam kubus - terdiri dari sembilan kotak - yang berwarna kuning, putih, oranye, biru, merah dan hijau. Setelah kubus telah dimanipulasi, mendapatkan bagian diatur kembali ke bentuk murni tidak begitu mudah.

Menurut pengetahuan, Erno Rubik membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk memecahkan teka-teki dari game kubus yang ia ciptakan sendiri. Dan ini butuh beberapa tahun persiapan untuk prototype di produksi massal, akhirnya di tahun 1977 mainan Rubik pertama di jual di toko mainan di Budapest. Karena Hungaria waktu itu masih terisolasi tirai besi di akhir tahun 70′an, pasar mulai bergerak naik. Atas usaha dua orang Hungaria yang tinggal di luar negeri yang membawa mainan ini ke Barat, lama setelah mainan ini mewabah di Budapest.

Seorang pekerja Hungaria yang bekerja di Wina, “menemukan” mainan ini saat sedang dinas di Budapest dan berusaha menemukan makelar mainan di Jerman. Akhirnya dia malah bertemu dengan Tom Kremer, penemu mainan yang terlahir di Hungaria yang berkantor di London. Dua orang ini akhirnya membuat rencana pemasaran dan akhirnya mendapatkan persetujuan dari salah satu eksekutif perusahaan mainan yang langsung memesan 1 juta biji
Penjualan pertama meledak dan popularitas berada di Eropa, meskipun kurangnya kampanye pemasaran atau iklan. Pada tahun 1980 permainan kubus rubik itu telah diperkenalkan ke Amerika Serikat dan seluruh dunia dan dijuluki "Rubik's Cube."

Mainan yang telah terjual jutaan dan menarik perhatian para ahli matematika dan orang lain dalam komunitas akademik, tetapi juga menjadi acara yang kompetitif pada tahun 1982, ketika Budapest menjadi tuan rumah kejuaraan dunia pertama (Vietnam Minh Thai menang, memecahkan teka-teki di bawah 23 detik). Meskipun "menggila" hanya berlangsung beberapa tahun, Rubik's Cube kini suatu standar toko mainan dan telah melahirkan puluhan imitasi dan spin-off. Rubik menjadi salah satu pengusaha terkaya Hungaria dan terus mengembangkan permainan yang lebih dan teka-teki, termasuk Rubik's Revenge (4 x 4 x 4 kubus) dan Rubik's Snake.

Selama bertahun – tahun Erno Rubik terus bekerja memproduksi mainan tersebut di 7 kota dan terus – menerus mencoba untuk membuat permainan – permainan dan puzzle baru. Dan sekarang sudah banyak jenis Magic Cube yang sudah beredar, ada 2×2, 3×3, Mirror Block Cube,dll, dan juga sudah banyak yang bisa menyelesaikan permainan puzzle ini…mungkin termasuk kamu. Dan juga sudah banyak speedcuber yang lahir dan pemegang rekor saat ini adalah : Erik Akkersdijk dengan waktu 7.08 detik.



Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik's (Rekor Indonesia) berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo.

Rekor Dunia dalam menyelesaikan Kubus Rubik's dengan mata tertutup berhasil dicetak pada kompetisi Jakarta Open 2010 pada tanggal 31 Januari 2010 di FX Building, Jakarta. Rubik berukuran 3x3 dengan mata tertutup jumlah terbanyak yaitu 16 buah dalam waktu 57 menit diselesaikan atas nama Muhammad Iril dari Indonesia. Sebelumnya rekor dunia kategori ini dipegang Tong Jiang dari Cina dengan 15 kubus Rubik. Tidak hanya Muhammad Iril, Indonesia juga menempatkan putra bangsa di peringkat ketiga rekor dunia yaitu Wicaksono Adi dengan menyelesaikan 11 kubus Rubik tanpa melihat dalam waktu 55 menit 10 detik. Rekor Wicaksono dipecahkan saat Indonesia Open 2009. Semua rekor ini tercatat di Asosiasi Kubus Dunia (WCA).

Referensi :

- http://www.answers.com/topic/ern-rubik-2
- http://swidodo.wordpress.com/2010/04/12/rubiks-cube-3x3/
- http://blog.beswandjarum.com/budinugroho/2010/03/22/sejarah-rubiks-cube/

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Biografi Erno Rubik - Pencipta Permainan Rubik
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 


  © Blogger template 'ASIK-For You' by Blog For Biografi asik KUMPULAN BIOGRAFI 2012 privacy policy

Blog Kumpulan Biografi tokoh dan juga Artis terkenal